Last updated by at .

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Artikel Konsumen cerdas paham perlindungan konsumen ini adalah artikel untuk mengikuti kontes SEO yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan.  Kontes SEO dengan tema ”Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumenini sangat menarik untuk diikuti. Saya ingin mengulas lebih dalam tentang Konsumen Cerdas dan Perlindungan Konsumen.

Konsumen Cerdas

Sebelum kita membahas tentang bagaimana konsumen cerdas paham perlindungan konsumen, maka kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan konsumen cerdas. Jika menengok situs http://ditjenspk.kemendag.go.id maka kita bisa mengetahui definisi konsumen cerdas adalah:

konsumen yang kritis dan berani memperjuangkan haknya apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan kewajibannya.

 

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Ministry of Trade

Kiat Menjadi Konsumen Cerdas

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen memberikan kiat-kiat untuk menjadi Konsumen Cerdas. Saya kutip lengkap dari artikel situs:  http://ditjenspk.kemendag.go.id/index.php/public/home/info-ayo_jadi_konsumen_cerdas

Kiat Menjadi Konsumen Cerdas :

  1. Tegakkan Hak & Kewajiban Anda Selaku Konsumen
    Konsumen diajarkan untuk kritis dan berani memperjuangkan haknya apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti kewajibannya sebagaimana tercantum pada UUPK.
  2. Teliti Sebelum Membeli
    Konsumen diajarkan selalu mempunyai kebiasaan untuk teliti atas barang dan/atau jasa yang ditawarkan/tersedia dipasar. Minimal secara kasat mata dapat digunakan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dari barang dan/ atau jasa tersebut, dan bila kurang jelas/paham, dapat menyampaikan untuk bertanya atau untuk memperoleh informasi atas barang dan/atau jasa tersebut. Berdasarkan hal ini, dapat diperoleh gambaran umum atas barang dan/atau jasa yang ditawarkan di pasar.
  3. Perhatikan Label, MKG, dan Masa Kadaluarsa
    Konsumen harus lebih kritis untuk mengetahui kondisi barang dan/atau jasa, khususnya atas barang makanan, minuman, obat dan kosmetik, dalam keadaan terbungkus yang disertai label. Dalam label dicantumkan antara lain : komposisi, manfaat aturan pakai, dan masa berlaku. Bila membeli produk telematika dan elektronika harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam bahasa Indonesia. Perhatikan masa kadaluarsa agar berhati-hati terhadap barang yang masuk kedalam tubuh atau yang digunakan diluar/atas tubuh. Karena barang tersebut sangat erat kaitannya dengan aspek kesehatan, keamanan dan keselamatan (K3L) konsumen.
  4. Pastikan Produk Sesuai dengan Standar Mutu K3L
    Konsumen diajak untuk mulai akrab dengan produk bertanda SNI dan memperhatikan produk yang sudah yang wajib SNI. Produk bertanda SNI lebih memberikan jaminan kepastian atas kesehatan, keamanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungannya (K3L). Saat ini terdapat produk dengan SNI yang diberlakukan secara sukarela (voluntary) dan 89 jenis produk yang sudah SNI Wajib. Standar lain yang diberlakukan di dunia adalah Japanese Industrial Standards (JIS), British Standards (BS),American Society for Testing and Materials (ASTM), Codex Standard, Conformité Européenne (CE), dan lain-lain.
  5. Beli Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan
    Konsumen diajak untuk mempunyai budaya perilaku tidak konsumtif artinya bukan barang dan/atau jasa yang menguasai atau mempengaruhi konsumen andalah sebagai konsumen yang menguasai keinginannya untuk membeli barang dan/atau jasa.
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Kontes SEO 2013

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Dengan konsumen cerdas yang paham akan perlindungan konsumen, maka akan turut membantu pemerintah dalam hal pengawasan dan penegakkan aturan perlindungan konsumen. Pengawan ini perlu dilakukan pemerintah yang tentu saja dibantu oleh para konsumen cerdas yang paham akan perlindungan konsumen. Mengutip blog hkn213.com, dinyatakan bahwa:

Hasil pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kemendag secara keseluruhan selama kurun waktu tahun 2012 telah ditemukan 621 produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan. Jumlah temuan ini meningkat sebesar 28 produk dibandingkan tahun 2011. Dari temuan tersebut 61% merupakan produk impor dan 39% merupakan produksi dalam negeri. Berdasarkan jenis pelanggarannya sebesar 34% produk diduga melanggar persyaratan SNI, 22% diduga melanggar MKG, 43% diduga melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia, serta 1% diduga tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya. Sedangkan berdasarkan kelompok produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan, sebanyak 39% merupakan produk elektronika dan alat listrik, 20% produk alat rumah tangga, 13% produk suku cadang kendaraan, serta sisanya adalah produk bahan bangunan, produk makanan minuman dan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Tidak Memenuhi Syarat SNI

Konsumen Cerdas Mencintai Produk Hortikultura Indonesia

Sebagaimana dikutip dari berita jaringnews.com, pada acara gelar produk hortikultura pada tahun 2012 lalu, Mendag Gita Wirjawan mengatakan, konsumen yang cerdas tentunya diharapkan akan dapat menjaga pasar hortikultura nasional, dengan cara menumbuhkan kecintaan terhadap produk Indonesia dan membeli dan mengkonsumsi buah dan sayur produk dalam negeri. Meskipun demikian, Konsumen Cerdas tidak anti produk impor karena Indonesia juga melakukan ekspor produk hortikulturanya ke negara lain.

Gita Wirjawan juga mengatakan “Suatu saat, Konsumen Cerdas akan dengan sadar membeli produk hortikulutura Indonesia, untuk dapat menjaga keberlanjutan produsen/petani dalam negeri, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi pengangguran, mengurangi ketergantungan impor dan menghargai hasil tanaman petani bangsa sendiri,”

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Buah dan Sayur

Konsumen Cerdas Memperhatikan Timbangan yang Standar

Saat melakukan pembelian, para konsumen cerdas juga akan melakukan cermat dan seksama mengamati timbangan. Kadang-kadang memang ada pedagang yang bertindak curang dengan menggunakan timbangan yang tidak standar. Jika konsumen cerdas, maka akan paham dengan perlindungan konsumen, termasuk terlindungi dari timbangan-timbangan yang meragukan.

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Timbang dulu

Demikianlah artikel tentang Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen. Semoga bermanfaat.

Download artikel: